Posts Tagged ‘banyumas’

Kisah Perjalananku dengan “NII”


NII masih teka-teki, dari dulu hingga saat ini masih belum jelas apa yang diusung mereka, karena gerakan bawah tanah mereka tak pernah bias dikuak secara gamblang. Bukan karena pemerintah yang tidak pecus atau setengah-setengah dalam menguak masalah NII tersebut. Tapi karena hebatnya system yang mereka pakai, yakni antara satu orang anggota dengan anggota yang lainpun bahkan tidak saling kenal. Karena sikap kerahasiaan dan amanah yang mereka pegang maka mereka mampu bertahan sampai sejauh ini. Bahkan malah sekarang muncul lagi isu berbagai tudingan dan hujatan untuk NII, mungkin ada benarnya juga mungkin ada momennya. Bisa dibilang komplek “Indonesia” itu..

Inilah proklamasi yang dari dulu pernah menjadi pertentangan dalam konsep proklamasi, dan inilah pondasi awal berdirinya NII dan dimata dunia dulu yang dikenal adalah proklamasi NIInya, bukan proklamasi indonesianya. Yakni kemerdekaan Indonesia adalah tahun 1949, itu yang bangsa-bangsa lain tahu tentang Indonesia. Dan masih banyak kecelakaan sejarah yang terjadi di Indonesia, dan semua itu demi “pembodohan” buat kaum pribuminya..

Nah itu tadi Cuma sedekar pengingat kita akan masa lalu “Indonesia”. Terkait masalah NII ini aku punya cerita masa lalu q saat aku menjalani kehidupanku dengan NII, ya mulai Ramadhan 2005 nyampe bulan januari 2006. Dan petualanganku dimulai dari daerah wangon tempat aku didoktrin mengenai Hijrahnya ke NII, setelah sekitar 2hari lalu dibawa ke purwokerto dengan mata ditutup saat hamper tiba markas NII purwokerto, disana sekitar satu malam lalu diberangkatkan ke semarang naik bis beberapa orang yang akan dibaiat dijakarta. Disemarang pun disuruh tutup mata dan di markas lagi-lagi didoktrin terkait masalah hijrah ke NII, lalu menuju Jakarta menggunakan kereta api, dan dijemput pake mobil disana. Untuk menjaga kerahasiaan, mereka pun lagi-lagi menutup mata semua orang yang akan dibai’at. Saat itu proses pembaiatan yang berlangsung bersamaku ada sekitar 20an orang, ada cewe juga cowo, tua juga muda. Setelah di baiat kami semua di doktrin lagi untuk segera menunaikan kewajibannya, yakni membayar berbagai macam kewajiban setelah dibaiat, dan hal ini di ulang lagi disemarang, purwokerto juga wangon.

Setelah itu baru aku mengenal istilah ps (proposal), yakni untuk menutup sekian juta kewajiban kita ke NII ada cara tersendiri, yakni menyampaikan proposal tersebut door to door di daerah yang akan dijadikan target operasi. Dalam sehari waktu itu aku bias mencapai 200an ribu dari hasil proposal,dan ternyata uang hasil “ngider” proposal tersebut disetorkan ke pondok al-zaytun sebagai pusat gerakan mereka, setelah dipotong untuk biaya operasiona keesokan harinya. Aktivitas ini berlangsung agak cukup lama (satu bulanan), hati ini waktu itu sangat kontras dengan apa yang aku lakukan saat itu. Sampai akhirnya aku minggat dari markas gara2 udah ga kuat nahan kebimbangan hati.  Tapi lagi2 mereka sll membujuk dan q pun kembali bersama mereka dan akhirnya untuk mengatasi aku yang sudah mulai kabur2an mereka mengirimku ke daerah semarang, akupun sempat mulai melakukan apa yang sudah menjadi kewajibanku, yakni menjajakan proposal yang hasil uangnya akan dikirim ke al-zaitun di indramayu. Ketika disemarang aku pun minggat stelah 2 minggu lebih bersama orang2 NII yang bertugas disana. Aku pun minggat ketempat saudaraku dikudus untuk menghilangkan jejak. Setelah semingguan akupun pulang kerumah. Dan lagi2 mereka dating lagi untuk membujukku, dan akupun termakan rayuan mereka, lalu mereka mengirimku ke bogor, dan akupun melaksanakan kewajibanku seperti biasanya, dan setelah sekitar 2minggu lebih aku berkutat akhirnya akupun minggat ketempat sodaraku di cibinong. Untuk menghilangkan jejak q maka aku berdiam diri disana agak cukup lama, yakni hamper satu bulanan. Dan dari sanalah aku mulai menata diri, hati dan pikiran setelah sekian lama terkontaminasi akan sebuah keyakinan yang salah.

Jogja, ramadhan 2008 (kalo gak salah sih), saat itu aku kuliah disana, aku didoktrin sama orang2 NII yang ngekos di daerah sapen.  Kali ini pun akal q berputar untuk mencoba mengambil celah agar aku tak terjerat lagi. Tapi kebimbanganku mulai terkoyak lagi, dan bahkan karena kebimbanganku akan jati diri ku pun amblas. Sejarah kelamku dimulai untuk menghilangkan rasa bimbang yang sll bergejolak.

Sungguh semua yang ada padaku tak pantas untuk dijadikan contoh betapa hinanya aku waktu dulu dan betpa kelamnya sejarah yang telah aku ukir, dan kini aku hany ingin mewujudkan impian2ku dimasa depan agar aku bias menutup semua catatan sejarahku yang kelam dengan kebaikan. Aku sedang menantikan bukti janji-janji Alloh yang kini telah menuntunku setapak demi setapak. Yang memapahku dan menjadi tumpuan hidupku saat ini dan selamanya..mudah2an aku termasuk orang yang ahli taubat juga ahli syukur. Mudah2an aku termasuk golongan orang2 yang bertaqwa, karena aku menginginkan pendamping hidup yang baik dan benar juga mampu membuatku semakin cinta sama Alloh. Yang mampu mengingatkanku akan kebesaran2Nya juga mengingatkanku untuk selalu berbagi juga sll bersyukur atas segala kehidupan yang diberikanNya. Aku menginginkan istri yang sholehah, aku pun rindu ka’bah, rindu haji, padahal aku belum pernah sekalipun kesana, tp dada ini sll bergetar juga bergemuruh ketika mengingat ka’bah…sll saja dibuatnya aku menangis mengingatnya…mudah2an aja aku bisa menjadi orang yang lebih baik lagi kedepannya. Amien

Iklan

Kelahiran akan Sebuah “Masa Depan”


Perjalananku ke Akademi Kebidanan Perwira Husada Purwokerto yang beralamatkan di Jl Suparjo Rustam No 170 Sokaraja Banyumas hari senin tanggal 7 Maret 2011 mengingatkan saya akan suatu bentuk “Kelahiran dan Kehidupan“. Karena saya yakin setiap orang pasti memiliki kehidupan yang hal itu menjadikannya sesuatu yang unik pada diri seseorang tersebut. Menjadikannya karakter dan misi tersendiri dalam menjalani kehidupan ini yang tidak terwakilkan oleh apapun dan siapapun.

Ya hanya kita sendiri yang tahu apa tugas kita didunia ini. Kalaupun kita belum tahu apa tugas kita didunia ini atau apa misi dalam hidup kita yang sesungguhnya, maka Tuhan pun akan membantu kita menemukan misi hidup kita yang sesungguhnya. Bagaimana cara Tuhan membantu kita dalam menemukan apa yang menjadi misi utama kita dalam hidup ini? Tuhan akan menguji kita, menguji dengan berbagai masalah dan kejadian-kejadian diluar kemampuan kita. (kenapa harus kita? Kenapa tidak kamu saja atau saya saja? Ya karena kita semua akan mengalaminya, baik cepat atau lambat pasti kita akan diuji olehNya…karena hal inilah yang sedang saya alami saat ini..:-)).

Sebenarnya bukan diluar kemampuan kita, tapi setiap ujian yang perlu kita hadapi adalah sesuai kemampuan kita dalam menyelesaikan setiap masalah yang ada. Yapz..karena Tuhan takkan menguji hambaNya diluar kemampuannya. Jadi Tuhan telah mempercayakan tiap-tiap masalah untuk kita hadapi, dan hasil akhir yang Tuhan inginkan dari tiap masalah adalah bisa mendewasakan kita dan membuat kita semakin bersyukur pada kehidupan ini.

Dalam hal ini mungkin bisa saya gambarkan sedikit tentang kehidupan para bayi disuatu rumah persalinan dalam percakapan mereka (antar bayi yang belum bisa berbicara namun memiliki kontak batin antar sesama bayi lainnya..) mari kita renungi ilustrasi di bawah ini agar kita bisa lebih bersyukur dalam menjalani hidup dan menerima apa adanya diri kita..dan tentunya kita hidup dengan misi tersendiri yang harus kita selesaikan sebagai tugas kita didunia ini.

“Aku lahir dari buah hati kedua orang tuaku” kata seorang bayi yang baru dilahirkan di rumah sakit kepada sahabatnya.
“Kalian sungguh beruntung, sewaktu aku lahir, tanpa aku tahu siapa papaku” sahut yang lainnya..
“Wahhh papaku meninggalkan ibuku, setelah aku berada dalam rahim ibuku”
“Wahhh kalian tidak lihat tadi pagi di kamar operasi, bahkan belum sempat dilahirkan hidup ada calon bayi yang sudah meninggal dalam kandungan”
“Hai kawan. Coba lihat, kita masih beruntung bisa lahir dan hidup normal” Ada banyak teman kita yang tidak perlu susah berjuang untuk keluar dari rahim ibunya, cukup dioperasi cesar oleh dokter
“Kalian tidak tahu.kalau masih ada yang lebih seram, banyak ibu yang tidak mau merawat anak yang dikandungnya dan tidak mau anaknya lahir dalam keadaan hidup, bahkan orang tuanya tidak mengakui bayi yang dikandung anaknya hingga akhirnya mereka melakukan aborsi”
“Sungguh malang adik-adik kita yang berhak untuk hidup, sungguh keji mereka yang membunuh anaknya sendiri”
“Bagaimana kami bisa tidur kalau tiap hari diberi susu sapi. Mengapa pula ibuku tidak mau menyusuiku. Apakah karena menjaga keindahan tubuhnya, sehingga aku diberikan susu sapi. Aku mau ada ikatan antara anak dan ibu, bukan ikatan antara anak dengan sapi”
“Kalian tahu tidak? perkembangan susu sapi sekarang membuat kita jadi pandai, pintar dan cerdas.”
“Kita-kita yang baru dilahirkan ini, sungguh tidak jelas. Apakah orang tua kita akan menyayangi kita dengan sepenuh hati…”
“Kemana aku akan mencari bapak kandungku, kelak?”
“Mengapa air mata ibuku tidak berhenti mengalir setelah kelahiranku di dunia?”
“Mengapa banyak teman-teman kita yang tidak berhenti menangis?”
“Seandainya, aku dapat memilih. Mengapa aku dilahirkan dan akan hidup dikeluarga miskin?”
“Mengapa aku lahir cacat? sedangkan kalian tidak?”
“Wahhh luar biasa kalian punya keluarga yang hidup secara harmonis, sedangkan dalam kandungan aku telah mendengar, merasakan orang tuaku selalu ribut dan bertengkar. Bagaimana bila aku besar nanti?”
“Iri yah dengan kalian, yang sebentar lagi boleh keluar dari rumah bersalin ini. Sedang aku tidak jelas, berada dalam inkubator, karena orang tuaku penguna obat-obat terlarang.”
“Tubuhku lemas sekali. seakan tak berdaya, semua karena mamaku mengkonsumsi minuman keras dan merokok. Apakah aku masih memiliki kesempatan untuk hidup?”
“Pusiiiingggggggg … aku anak yang lahir karena perbuatan terlarang. Aku tidak mau mendengar kalian semua..aku anak haram hasil dari perselingkuhan. Aku malu dilahirkan di dunia ini”
“Jangan patah semangat, kita harus berjuang apapun yang telah terjadi, pasti ada makna yang mendalam untuk kita semua..”
“Ayooo kita kaum bayi, perjuangkan hakmu untuk disayangi dan menyanyangi orang tua kita semua.”
“Nasibku gimana? aku tidak bisa keluar dari rumah sakit, karena orang tuaku tidak ada biaya untuk menebusku…..”
“Apakah kau akan dijual ke gembel dan pengemis untuk menemani mereka mengemis?”
“Tidak……tidak…..tidak……. sungguh tidak adil”

Dari keributan di rumah persalinan, hanya ada satu bayi yang tetap tenang dan mendengarkan semua percakapan para bayi, tiba-tiba ia berkata

Hidup adalah perjuangan, maka bersyukurlah karena telah di lahirkan di dunia ini

Siapapun diri kita, ingatlah semua memiliki misi khusus dalam hidupnya.

Jangan sia-siakan dirimu dan berpikirlah yang positif, maka kebijaksanaan akan menerangi hidupmu

Salam Untuk Berbagi!

Ahmad Baihaqi

%d blogger menyukai ini: