Masyarakat desa masih antipati dengan Pesta Demokrasi


Masyarakat desa masih antipati dengan Pesta Demokrasi“Karangreja mung duwe 4 dusun, paling cilik se Kabupaten Cilacap” begitu kata penjual nasi rames padaku semalam (25/1) yang berlanjut hingga perbincangan “Jago” yang akan maju pada pilkades tahun ini.

Baru ada satu calon yang mengambil formulir untuk mengikuti Pilkades tahun ini di Karangreja Kecamatan Maos. Hal ini tidak seperti yang saya tahu, tidak seperti desa-desa lain di kabupaten cilacap. Mengingat sebelum pendaftaran Pilkades biasanya banyak yang sudah tanam benih untuk mendulang suara dengan adanya cara masa dan simpatisan sebanyak-banyaknya, tapi disi (Desa Karangreja) lain. “Mung ana calon siji tok sing daftar Pilkades mas” begitu kata penjual nasi padaku.

Selang beberapa saat datang seorang bapak-bapak dengan postur tinggi berkumis, obralanpun semakin menarik ketika setelah kuketahui bahwa beliau adalah seorang anggota BPD. “Pendaftarane nembe dibuka, mulane nembe ana siji sing daftar. Kuwe bae tembe kepala desane”, begitu katanya, terus akupun ikut terlibat dalam perbincangan tersebut. “Nang gonku (gandrungmanis) malah wis pada keton sapa bae sing bakal maju Pilkades, masa nang kene ora ana rame-rame nanggon “Jago”ne pak?? “. “Nang kene anu desa paling cilik mas, kuwe bae anu krowakan sekang karang kemiri.” begitu katanya padaku.

Menurut saya hal ini tidak sehat jika dibiarkan terus-menerus. Karena 6 tahun bukan waktu yang singkat, harusnya masyawakat lebih peduli terhadap apa yang terjadi didesanya masing-masing. Masyarakat lebih kritis dalam menanggapi dan memutuskan hak pilihnya untuk masa 6 tahun mendatang. Perlu adanya stimulus dari berbagai Elemen yang ada dimasyarakatnya baik itu Lembaga pemerintah desa maupun dari pihak swasta. Sampai sejauh ini masyarakat masih antipati dengan hal tersebut, jadi ini PR kita semua dalam memberikan pencerahan dalam pesta demokrasi yang akan memajukan masyarakatnya sendiri.

2 responses to this post.

  1. Posted by dio on 19 Maret 2013 at 00:06

    kpriwe critane kwe kang biene bisane karang kemiri kwe kroak…..?

    Balas

    • kalau menurut tukang jualan nasi disamping puskesmas maos, karang reja itu dulunya masuk karang kemiri, nah setelah adanya pemekaran hal ini terus menjadi topik menarik terkait jenggulan itu……..🙂

      Balas

Silahkan Komentar Positifnya dibawah ini yaaa....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: