Purwokerto menjadi Ibu Kota Negara Republik Indonesia


purwokerto ibu kota negara republik indonesiaPurwokerto menjadi Ibu Kota Negara Republik Indonesia – Apa yang kalian pikirkan tentang kota ini? Percaya tidak percaya Purwokerto masuk nominasi 5 besar kota yang akan dipilih menjadi ibu kota negara Republik Indonesia selain Kota Palangkaraya, Samarinda, Banjarmasin, Pontianak. Tapi apa benar yach?? coba kita cermati bersama tentang Purwokerto menjadi Ibu Kota Negara Republik Indonesia ini.

Pemerintah Kabupaten Banyumas menyiapkan rencana tata ruang dan tata wilayah sebagai ibu kota negara untuk menggantikan DKI Jakarta. Tim Pendamping Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah (BKPRD) Jawa Tengah Syamsul Maarif menyatakan beberapa waktu lalu Pemerintah Kabupaten Banyumas sudah mengajukan rencana tata ruang dan tata wilayah ke Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah Provinsi Jawa Tengah.

Dalam draf peraturan daerah tentang rencana tata ruang dan tata wilayah itu sudah dimunculkan Purwokerto untuk menjadi ibu kota negara Indonesia. “Dalam draf perda rencana tata ruang dan tata wilayah sudah diarahkan Purwokerto menjadi ibu kota negara,” ujar Syamsul kepada Tempo, Ahad (26/12).

Pengajar Planologi Universitas Diponegoro Semarang ini menilai Purwokerto sangat layak untuk menjadi ibu kota negara menggantikan ibu kota saat ini, DKI Jakarta, yang dinilai sudah tak layak. Letak Purwokerto cukup strategis karena berada di tengah Pulau Jawa. Selain itu, memenuhi falsafah kota di Jawa yang membelakangi gunung dan menghadap ke laut di Cilacap. Kota di lereng Gunung Slamet ini dinilai cocok menggantikan Jakarta karena letak geografi yang strategis.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemerintah Banyumas menyatakan Purwokerto masuk nominasi lima besar calon pengganti ibu kota negara. Syamsul menyatakan masuknya Purwokerto dalam nominasi lima besar calon pengganti ibu kota negara bukanlah sesuatu yang tiba-tiba tapi sudah melalui kajian matang. Purwokerto masuk nominasi lima besar menjadi calon ibu kota bersama Palangkaraya, Samarinda, Banjarmasin, dan Pontianak.

Jika selama ini ada yang mengkhawatirkan keberadaan Gunung Slamet bisa mengganggu, maka Syamsul tidak mempermasalahkan. Sebab, keberadaan gunung di Jawa Tengah itu merupakan variabel yang kesekian sehingga tak perlu dikhawatirkan. Selama ini, Purwokerto dinilai paling lengkap. Secara historis, pada zaman Belanda juga sudah menetapkan Purwokerto menjadi daerah kerasidenan yang representatif. Selain itu, Purwokerto juga dekat dengan Yogyakarta yang secara historis dikenal memiliki banyak peninggalan pusat-pusat perdagangan dan kekuasaan.

Selama ini, Purwokerto menjadi kota ketiga terbesar di Jawa Tengah setelah Kota Semarang dan Kota Solo. Syamsul menyarankan jika Purwokerto benar-benar ingin menjadi ibu kota negara maka harus punya daya saing yang dikembangkan. “Tidak hanya pusat kegiatan di wilayah tapi harus bisa memiliki pusat kegiatan tingkat nasional,” ujarnya.

sumber : http://www.tempo.co/read/news/2010/12/26/177301606/Purwokerto-Susun-Rencana-Tata-Ruang-Sebagai-Ibu-Kota-Negara

itu salah satu dari media terbesar indonesia yang memberitakan terkait Purwokerto menjadi Ibu Kota Negara Republik Indonesia. Di forum terbesar di Indonesia yakni Kompasiana.com berikut isinya saya comot lagi ya.. yang penting menyertakan sumbernya.🙂

Terkejut, bahagia, kaget, heran, serta tidak menyangka. Perasaan inilah yang saya rasakan ketika melakukan tugas peliputan dalam rapat paripurna persetujuan 5 Raperda yang diselenggarakan di ruang rapat paripurna DPRD Banyumas, Selasa (21 Desember 2010). Di sela-sela sambutan dalam rapat tersebut, Bupati Banyumas Drs. Mardjoko MM, menyampaikan bahwasanya Purwokerto masuk nominasi ke-5 kota-kota di Indonesia (Palangkaraya, Samarinda, Pontianak, Banjarmasin) yang akan menggantikan Jakarta sebagai Ibu Kota RI.

12934959271753786211

Pintu masuk ke Purwokerto dari arah Yogjakarta

Sebagai warga Purwokerto saya hanya mampu berucap, “Wow…..hebat!” Bagaimana tidak? Purwokerto sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi di wilayah Kabupaten Banyumas ini adalah kota kecil, tetapi memiliki potensi baik sebagai kota pendidikan, pariwisata, investasi yang berkembang begitu cepat.

Meskipun perpindahan Ibu Kota RI dari Jakarta masih sebatas wacana, dan Purwokerto sebagai salah satu alternatif Ibu Kota RI nantinya. Tidak ada salahnya kita kutip pendapat Velix Wanggai, Staf Khusus Presiden Bidang Otonomi Daerah dalam diskusi tentang ibukota, di Jakarta, Sabtu 11 Desember 2010 sebagaimana dikutip vivanews.com. Bahwa, Presiden mengusulkan ada tiga pilihan mengenai wacana pemindahan ibukota ini. Pertama, pusat pemerintahan dan perekonomian dipindah. Kedua hanya pemerintahan saja. Ketiga, tidak pindah dengan catatan membangun transportasi publik yang memadai.

 1293496012904262173

Monumen Jenderal Gatot Subroto (photo by Sukmono)Kesiapan Purwokerto untuk mewujudkan sebagai Ibu Kota RI, membutuhkan penataan kawasan yang tepat serta penataan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang terkonsep. Luas wilayah Kabupaten Banyumas yang sekitar 1.327,60 km2 atau setara dengan 132.759,56 ha, dengan keadaan wilayah antara daratan & pegunungan dengan struktur pegunungan terdiri dari sebagian lembah Sungai Serayu untuk tanah pertanian, sebagian dataran tinggi untuk pemukiman & pekarangan, dan sebagian pegunungan untuk perkebunan dan hutan tropis terletak dilereng Gunung Slamet sebelah selatan.

Konsekuensi lebih lanjut, secara ekonomi pertumbuhan pendapatan baik itu PAD atau tingkat pendapatan per kapitanya tentu akan lebih tinggi dari sebelumnya dan hal itu bisa terjadi perluasannya di tiap-tiap kecamatan. Belum lagi masuknya para pendatang berbondong-bondong untuk bertempat tinggal yang berakibat pada naiknya harga tanah.

Akan tetapi, terlepas dari “Angin Surga” yang dihembuskan oleh wacana perpindahan Ibu Kota tersebut. Masih banyak PR yang mesti diperhatikan dari segi kekurangan Purwokerto sebagai Ibu Kota RI. Keberadaan Purwokerto yang terletak di sebelah selatan Gunung Slamet sudah barang tentu akan menyulitkan bagi kegiatan transportasi udara. Secara geografis, kota Purwokerto jauh dari pantai yang memungkinkan untuk pembangunan Pelabuhan. Purwokerto adalah wilayah yang rawan gempa karena termasuk dalam titik yang dilalui geothermal.

Alternatif pemilihan lokasi untuk merealisasikan gagasan pemindahan Ibu Kota RI tersebut merupakan embrio pemikiran yang masih perlu didiskusikan secara mendalam. Tentunya masih banyak alternatif lain untuk pemindahan ibu kota negara, mengingat jumlah pulau di Indonesia lebih dari 17.000. Untuk pemilihan lokasi ibu kota perlu peraturan perundang-undangan. Undang-undang tata ruang saat ini sedang digodog di DPR, mudah-mudahan persyaratan ibu kota negara tidak terlewatkan atau terabaikan.

sumber : http://regional.kompasiana.com/2010/12/28/ibu-kota-ri-pindah-ke-purwokerto-327954.html

Disusul kembali oleh mediaindonesia.com, berikut paparannya :

Pengamat politik Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah, Prof Rubijanto Misman mengatakan Kota Purwokerto layak
menjadi Ibu Kota Negara Indonesia pengganti Jakarta.

“Jika dilihat dari atmosfer politik, sosiologi, dan ekonominya, Purwokerto (ibu kota Kabupaten Banyumas) memang memenuhi kelayakan untuk menjadi Ibu Kota negara,” kata Rubijanto di Purwokerto, Jumat (31/12). Akan tetapi dari sisi geografis, kata dia, Purwokerto memiliki kelemahan karena sulit untuk dijangkau.

Menurut dia, sebuah ibu kota negara harus dilihat dari kemudahan aksesnya dan yang paling utama sekali adalah keberadaan bandar udara. Dia mengakui, di Kabupaten Cilacap telah terdapat bandar udara yang melayani penerbangan komersial (Bandara Tunggul Wulung).

“Permasalahannya Cilacap dan Banyumas beda kabupaten. Apalagi sekarang ini era otonomi, pasti ada semacam katakanlah kurang bersahabat,” katanya.

Menurut dia, sebuah bakal lokasi ibu kota negara juga harus dilihat dari luas daerahnya tetapi bukan berarti luasnya harus sama dengan kota-kota besar lainnya. Dalam hal ini, dia mencontohkan ibu kota negara Australia, yakni Canberra, yang tidak sebesar Sidney dan Melbourne.

“Tetapi kan akses komunikasi dan transportasi kota itu lebih mudah sehingga ada kemungkinan dapat dikembangkan. Untuk Banyumas, saya melihat dari sisi geografisnya tidak memungkinkan, dalam arti untuk menjangkau daerah ini,” katanya.

Bupati Banyumas Mardjoko mengaku pernah ditanya seorang pejabat di pusat mengenai kesiapan Purwokerto untuk dijadikan Ibu Kota. Menurut dia, masuknya Purwokerto sebagai salah satu nominator pengganti Jakarta karena dipandang dari sisi geografis terletak di tengah
Pulau Jawa.

Bahkan, kata dia, Purwokerto menjadi nominator kelima dari 10 alternatif kota lain, seperti Palangkaraya, Samarinda, Pontianak, dan Banjarmasin.

Sumber : http://www.mediaindonesia.com/read/2010/12/12/192075/3/1/Purwokerto-Layak-Jadi-Ibu-Kota-Negara

tak ketinggalan pula republika.co.id pun menggelontarkannya pula ke media, langsung simak aja yakkk..🙂

Pengamat politik Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto Prof Rubijanto Misman mengatakan Kota Purwokerto layak menjadi Ibu Kota Negara Indonesia pengganti Jakarta.
“Jika dilihat dari atmosfer politik, sosiologi, dan ekonominya, Purwokerto  memang memenuhi kelayakan untuk menjadi ibu kota negara,” kata Rubijanto, di Purwokerto, Jumat.

Akan tetapi dari sisi geografis atau kemudahan untuk menjangkau, kata dia, Purwokerto memiliki kelemahan karena sulit untuk dijangkau.

Menurut dia, sebuah ibu kota negara harus dilihat dari kemudahan-kemudahan aksesnya dan yang paling utama sekali adalah keberadaan bandar udara.

Dia mengakui, di Kabupaten Cilacap telah terdapat bandar udara yang melayani penerbangan komersial (Bandara Tunggul Wulung, red). “Permasalahannya Cilacap dan Banyumas beda kabupaten. Apalagi sekarang ini era otonomi, pasti ada semacam katakanlah kurang bersahabat,” katanya.

Menurut dia, sebuah bakal lokasi ibu kota negara juga harus dilihat dari luas daerahnya tetapi bukan berarti luasnya harus sama dengan kota-kota besar lainnya. Dalam hal ini, dia mencontohkan ibu kota negara Australia, yakni Canberra yang tidak sebesar Sidney dan Melbourne.

“Tetapi kan kota itu akses komunikasi dan transportasinya lebih mudah sehingga ada kemungkinan dapat dikembangkan. Sedangkan untuk Banyumas sendiri, saya melihat dari sisi geografisnya tidak memungkinkan, dalam arti untuk menjangkau daerah ini,” katanya.

Terkait munculnya nama sejumlah daerah yang diusulkan menjadi ibu kota negara, dia mengatakan, calon ibu kota negara yang ideal adalah wilayah tersebut dapat dikembangkan tanpa mengganggu komunitas masyarakat yang ada. Menurut dia, Palangkaraya merupakan kota yang paling ideal sebagai calon ibu kota negara karena dapat dikembangkan untuk kurun waktu 50 hingga 100 tahun ke depan.

Nama Purwokerto sebagai salah satu calon Ibu Kota Negara Indonesia mulai banyak dibicarakan masyarakat Banyumas sejak adanya pemberitaan di sebuah surat kabar harian lokal. Dalam pemberitaan tersebut, Bupati Banyumas Mardjoko mengaku jika pernah ditanya seorang pejabat di pusat mengenai kesiapan jika memang Purwokerto benar nantinya akan dijadikan ibu kota.

Menurut dia, masuknya Purwokerto sebagai salah satu nominator pengganti Jakarta karena dipandang dari sisi geografis terletak di tengah Pulau Jawa. Bahkan, kata dia, Purwokerto menjadi nominator kelima dari 10 alternatif kota lain, seperti Palangkaraya, Samarinda, Pontianak, dan Banjarmasin.

Sumber : http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/nusantara/11/01/01/155677-purwokerto-layak-jadi-ibu-kota-negara

Ini yang terbaru dari media yang tertanggal 21 januari 2013 (tertanggal update blog ini)

Wacana pemindahan Ibu Kota kembali ramai diperbincangkan setelah Jakarta memasuki tanggap darurat banjir. Ternyata wacana ini sendiri sudah digodok selama beberapa tahun ini oleh pemerintah.

Sejak dilontarkan pada 2 Desember 2009 lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah meminta kajian tentang wacana ini.

“Menyikapi pernyataan Presiden, diskusi-diskusi dan kajian telah dilakukan beberapa Kementerian,” kata Velix Wanggai, Staf Khusus Presiden bidang Pembangunan Daerah, Sabtu (19/1).

Diberitakan Tempo.co, Velix menjelaskan perihal diskusi wacana perpindahan ibu kota dilontarkan sejak 2 Desember 2009 lalu di Palangkaraya pada acara pembukaan Rapat kerja Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI).

Kemudian ditegaskan kembali beberapa kali pada Buka Bersama dengan pimpinan media massa pada 9 Agustus 2010, dan di acara Hipmi (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) pada awal September 2010.

Sejak saat itu, ujar Velix, sudah banyak kajian intensif dan diskusi kebijakan strategis dengan wakil-wakil dari Kementeri Pekerjaan Umum, Kementerian Perhubungan, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Lingkungan Hidup untuk menggodok kemungkinan pemindahan ibu kota.

“Juga berdialog dengan tim visi 2033 yang diketuai oleh Andrinof Chaniago dan sejumlah pengamat pembangunan perkotaan dan wilayah,” kata Velix.

Sementara itu, Tim Pendamping Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah (BKPRD) Jawa Tengah Syamsul Maarif menyatakan Pemerintah Kabupaten Banyumas sudah mengajukan rencana tata ruang dan tata wilayah ke Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah Provinsi Jawa Tengah.

Dalam draf peraturan daerah tentang rencana tata ruang dan tata wilayah itu sudah dimunculkan Purwokerto untuk menjadi ibu kota negara Indonesia. “Dalam draf perda rencana tata ruang dan tata wilayah sudah diarahkan Purwokerto menjadi ibu kota negara,” ujar Syamsul seperti dikutip Tempo.co, (26/12) tahun 2010 silam.

Pengajar Planologi Universitas Diponegoro Semarang menilai Purwokerto sangat layak untuk menjadi ibu kota negara menggantikan ibu kota saat ini, DKI Jakarta, yang dinilai sudah tak layak.

Letak Purwokerto cukup strategis karena berada di tengah Pulau Jawa. Selain itu, memenuhi falsafah kota di Jawa yang membelakangi gunung dan menghadap ke laut di Cilacap. Kota di lereng Gunung Slamet ini dinilai cocok menggantikan Jakarta karena letak geografi yang strategis.

Syamsul menyatakan, masuknya Purwokerto dalam nominasi lima besar calon pengganti ibu kota negara bukanlah sesuatu yang tiba-tiba tapi sudah melalui kajian matang. Purwokerto masuk nominasi lima besar menjadi calon ibu kota bersama Palangkaraya, Samarinda, Banjarmasin, dan Pontianak.

Jika selama ini ada yang mengkhawatirkan keberadaan Gunung Slamet bisa mengganggu, maka Syamsul tidak mempermasalahkan. Sebab, keberadaan gunung di Jawa Tengah itu merupakan variabel yang kesekian sehingga tak perlu dikhawatirkan. Selama ini, Purwokerto dinilai paling lengkap.

Secara historis, pada zaman Belanda juga sudah menetapkan Purwokerto menjadi daerah kerasidenan yang representatif. Selain itu, Purwokerto juga dekat dengan Yogyakarta yang secara historis dikenal memiliki banyak peninggalan pusat-pusat perdagangan dan kekuasaan.

Selama ini, Purwokerto menjadi kota ketiga terbesar di Jawa Tengah setelah Kota Semarang dan Kota Solo. Syamsul menyarankan jika Purwokerto benar-benar ingin menjadi ibu kota negara maka harus punya daya saing yang dikembangkan.

“Tidak hanya pusat kegiatan di wilayah tapi harus bisa memiliki pusat kegiatan tingkat nasional,” ujarnya.

Sumber : http://satelitnews.co/wacana-purwokerto-menjadi-ibu-kota-ri/

Nah menurut teman-teman sendiri apa pendapatnya terkait Purwokerto sebagai Ibu Kota Negara Republik Indonesia ini?? khususnya Warga Cilacap yang mempunyai Bandara Tunggul Wulung Cilacap Serta Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap.

pelabuhan tanjung intan cilacapbandara tunggul wulung cilacap

Notes : #PrayForGunungSlamet
sedikit video2 tentang Gunung Slamet sebagai pengingat kita, agar kita lebih mencintai bumi pertiwi dengan hal hal yang lebih positif lagi. aaamiin

 

33 responses to this post.

  1. Posted by agoesriyanto on 5 Mei 2016 at 14:05

    Tidak perlulah Purwokerto jadi ibukota. Yang penting jadiin Kotamadya dulu dg luas 100 km dan jmlah penduduk hampir 1 jt jiwa dan menjadi kota terluas ke 2 setelah Kota Semarang

    Balas

  2. Posted by anton on 25 April 2016 at 20:30

    Kalo saya tidak setuju kata siapa kota pendidikan sedangkan untuk pelayanan sekolh saja kurang memuaskan perbaiki dulu kinerja para guru” yang mengajar jangan membanggakan diri, perbaikan desa khususnya jalan” banyak yang rusak buat fasilitas tiap hari di lewati para warga koreksi dan perbaiki dulu saja lingkungannya jangan mengharap jadi ibukota negara pandangannya jangan keatas terus coba lihat ke bawah ingat dan dengarkan suara rakyat

    Balas

  3. Posted by agnes on 5 Agustus 2015 at 09:46

    Purwokerto itu bukan kota tapi daerah di kabupaten banyumas.

    Balas

  4. Posted by arrey on 14 Desember 2014 at 23:24

    saya kurang setuju, kota tercinta saya nanti bakal tercemar dari segi apapun

    Balas

  5. purwokerto aku setuju banget dadi ibu kota negara, dadi ora kadohen anggone lunga-lunga, mengko sokaraja dadi pusat pabrike mengko dadi enyong dadi buruh e he ehe

    Balas

  6. Posted by sam on 10 Juni 2014 at 19:24

    wah kalau memang ibukota mau dipindah aku rasa presiden dan mentri melirik bali jadi ibukota terkuat karna sudah terkenal di internasional… meskipun bali tidak pernah menyiapkan menjadi ibukota tp lihat sendiri atau coba cari infonya darimana saja… bali aman dan tentram karna di jaga ketat pecalang, masalah bencana alam jarang terdengar, banjir palingan cuma sejam banjir surut, akses transportasi dari segala penjuru bisa ke bali, pendidikan lumayan, coba apalagi yg jd penilaian kalo mau jd ibukota??? semua terjawab di bali…
    jadi jika purwokerto mau jd ibukota sebaiknya mengirim tim ekspedisi untuk memahami tatanan kota bali yg sangat mendunia itu…
    jika purwokerto melampaui pemerintahan di bali maka purwokerto baru layak dianggap calon ibukota

    Balas

  7. Posted by p. joko on 6 Juni 2014 at 18:36

    Hanya sekedar wacana sah2 saja, ibukota paling pas ya central of java yaitu solo towh

    Balas

  8. v….

    Balas

  9. Posted by kodrat on 24 April 2014 at 22:53

    negara kepulauan cocoknya ibukotanya digilir … mohon dianalisa kembali … terlalu dangkal para politisi dan negarawan INDONESIA ini … teknologi udah kyk begini ko mikirin tempat dan ruang yang lagi lagi berbau korup … paling anggaran dana .. waktu ibukota di Aceh dan Jogja negarawan kita ga mikir ntu

    Balas

    • JIKA ANDA BUTUH ANGKA RITUAL 2D 3D 4D DI JAMIN 100% JEBOL 5X PUTARAN BERTURUT TURUT BILA BERMINAT HUB KI NUGROHO DI NMR (_082-319-208-865) JIKA INGIN MENGUBAH NASIB THA,SK ROO,MX SOBAT.

      Balas

  10. Baru ada slentingan doang ribut amat…. Tenang saja ada yang mengatur, kalau pendapatku si tidak bakalan Ibu kota Negara pindah ke kota kecil mungil. aku si rumah dan keluarga di Purwokerto tapi tidak terbayang ada ibu kota ko…. sampai di pindah ke Purwokerto.

    Balas

  11. Purwokerto cocok untuk dijadikan ibu kota RI. walaupun Purwokerto termasuk kota kecil tapi Prasarana Pendidikan Universitas, Kesehatan, dan Tata Ruang di pwt cukup banyak. apalagi udara di baturraden / purwokerto cukup sejuk dan nyaman bagi penduduknya. Di lihat dari geografis sangat mendukung. Apalagi di pwt sudah mempunyai Hotel yang kelas Internasional, Berbintang, Mewah, Megah, dan Luas seperti Aston Imperium dan Dinasty yang sekarang menjadi Horison. Di pwt juga tidak macet, banjir, tempatnya nyaman utk ditinggali. Saya Bangga menjadi Orang Purwokerto tapi Kurang Setuju jika Ibu Kota RI dipindah ke Purwokerto yang ada malah di Pwt tambah Masalah yang baru seperti macet, banjir, padat, sumpek, kotor, air bersih tercemar limbah, dan udaranya Tercemar.

    Balas

  12. Posted by rahmat on 16 Februari 2014 at 05:22

    terlalu jauh mas dan jangan mimpi purwokerto jadi Ibukota Negara, yang paling dekat itu kan kerawang

    Balas

  13. Aku lahir di Brobahan, Pendapat pribadi saya juga tidak setuju, belum di lihat dari efek negatifnya, karena Purwokerto yg ASRI ini bisa berubah, karena perpindahan penduduk akan berduyun-duyun dari segala lapisan sosial yg akibatnya semrawut, jorok, banjir dan longsor lihat aja Jakarta belum bisa diatasi, apalagi kalo Hukum dan Keadilan belum bisa ditegakan. Jangan bangga jadi Ibu Kota Negara.

    Balas

  14. Posted by yoyonsetiawan on 8 Oktober 2013 at 14:45

    GOMBONG JUGA DONG GOMBONG KEBUMEN

    Balas

  15. setuju banget kota kelahiranku di jadikan ibu kota negara indonesia,mudahan apa yang di impikan semua masyarakat Republik Indonesia bisa laksana,aminn
    kalau pemerintah sadar pasti jadi ibu kotanya pindah ke purwokerto…

    Balas

  16. Posted by tiyo mp on 10 Juni 2013 at 18:07

    kota kecil, kota mungil, kota tenang, cocok untuk pensiunan, kota peristirahatan,,,! prestasi kota pwt sangat bagus dari sy kecil hingga dewasa, sy asli putra kota pwt, tp yg perlu diperhatikan adalah harus mengajak masyarakat pwt secara menyeluruh jgn ada yg tertinggal adakan diskusi secara profesional, ingat mas masih banyak sdr2 kita yg kurang mampu,,! sy sangat bangga, senang bila kota kecilku bener2 terpilih menjadi ibu kota, siapkan dan dukung dari sekarang !!!!!!!!!!!

    Balas

    • kalau persiapan kota purwokerto pun sudah menyiapkan dari tahun 2009 kang, pada awal waktu mencuatnya isu perpindahan ibu kota negara.. ya semoga aja ada hikmah dibaliknya jika memang purwokerto bisa terpilih..

      Balas

  17. Bukan cuman di sektor perhotelan para investor menanam benih, lihatlah sarana pusat perbelanjaan yang semakin bertumbuh pesat, lihat pula sarana Rumah Sakit Mewah seperti RSUD Margono, RS Elizabet, Griya Tri dll, tidak kalah bersaing sarana pendidikan dipurwokerto cukup patut bersaing dan ternama di rancah nasional. Well.. Tidak ragu dan sangat mendukung jika nantinya Purwokerto menjadi bakal Ibu Kota Negara.

    Balas

  18. Posted by Prasetia on 23 Mei 2013 at 18:09

    Saya Sebagai katurunan Warga Purwokerto sangat mendukung + Setuju apabila kota tercinta menjadi ibu kota Negara, karena perkembangan dikota ini juga sangat pesat. dan bagus.. sipp🙂

    Balas

  19. ”Waduhh.. serius neh.. PURWOKERTO jd ibukota negara..?
    keren sih keren tapi apa ga sebaiknya jd ibukota kabupaten aja atau jadi kota propinsi kek yg ramai karena kemandiriannya dan karena kemajuanya sebagai ibukota kabupaten yang berkembang pesat,dan memiliki fasilitas kota yang lengkap terutama tentang bisnis,pendidikan dan kebudayaanya.. iya tohh..?

    Balas

    • msh dlm proses penggodokan wacana mas.. itupun wacana lama yg mencuat kembali…. mgkn sdh dianggarlkn makanya dimunculkan kembali isu tersebut..

      Balas

  20. sekarang info terakhir bagaimana ? apakah rencana peimdahan ibukota ini masih dalam proses ?

    Balas

    • belum ada tindak lanjutnya gan,, akhir2 ini purwokerto desas-desusnya kasus terkait dosen di perguruan tinggi di pwt gan… mulai dari upal hingga korupsi…😀

      Balas

  21. Posted by Sobat Bercahaya on 26 Januari 2013 at 19:53

    Klo aku setuju aja Ibu kota Indonesia dipindah kemana saja asal memenuhi syarat2nya.
    Jakarta sudah terlalu sesak dan sumpek. Pemindahan pemerintahan itu bagus bukan pemindahan Ibu kota seperti halnya di Malaysia Ibu kota tetep Kuala Lumpur tapi pusat pemerintahan di Putra Jaya.

    Seandainya ibu kota pindah ke Purwokerto pasti Cilacap makin ramai.

    Balas

  22. It’s Okelah kalo purwokerto jadi Ibukota RI, dari segi geografis memang sangat mendukung,.. sedangkan untuk sarana transportasi menurut saya bukan suatu masalah, karena sarana tersebut bisa dipenuhi seiring berjalannya waktu penempatan ibukota,.. untuk transportasi darat sudah lumayan bagus, hanya mungkin nanti perlu tambahan armada.. untuk jalur udara, bukanya bandara wirasaba sekarang dalam proses pengembangan, begitupun akses dari banyumas ke bandara wirasaba yang letaknya di purbalinggapun sudah dalam tahap penyelesain, yaitu jembatan penghubung banyumas purbalingga di desa petir. untuk jalur air sudah pasti nanti via cilacap. Saya sangat-sangat mendukung Purwokerto untuk jadi Ibukota RI

    Balas

    • wirasa bisa juga menjadi bandara komersil nantinya kang, mungkin juga khusus untuk penerbangan2an pribadi, karena sampai saat ini baru tunggul wulung yang sudah dibuka untuk pesawat komersil, cuma masih pesawat yang kecil2 dan penerbangan semingu 2-3 kali penerbangan.. wirasaba masih dalam tahap pembangunan untuk dikomersilkan, isu tersebut diperbincangkan sekitar tahun 2012 akhir.. ya pada dasarnya setiap daerah sudah mempersiapkan semua jika memang hal ini terwujud.. walaupun tidak jadi tak mengapa, karena yang bakal menikmatinya pun rakyatnya..🙂

      Balas

  23. Saya sangat mengapresiasi Purwokerto (pwt) menjadi wacana calon ibu kota negara (pusat pemerintahan), artinya pwt menjadi kota yang sangat pas (alasan sudah dikemukakn di blog ini). Tapi kalo saya boleh berpendapat secara subjektif saya (pribadi) saya tidak setuju kalo benar pwt jadi ibu kota, dari sudut pandang saya pribadi saya, dimana saya seorang perantau dari jakarta yang kuliah di salah satu PTN di pwt saya melihat pwt saat ini sudah pas tidak terlalu semerawut dan ramai kaya jogja, semarang dimana kemacetan sudah sangat besar. Tapi apabila memang benar pwt fix menjadi ibu kota negara hal yang perlu diperhatikan dan disiapkan adalah sarana prasarana yang pastinya seperti tranportasi, tata kota, serta pemanfaatan warga lokal untuk lapangan kerja harus diperhatikan. Serta kearifan lokal (lokal wisdom) dari keresidenan Banyumas juga harus tetap dipertahankan dan tentunya harus terus ditonjolkan, karena saya sangat khawatir dengan arus globalisasi ini local wisdom sangat tidak dihargai lagi. Sekian pendapat dari saya mohon maaf kalau berlebihan atau bagaimana-bagaimana. Terima kasih🙂

    Balas

    • untuk masalah infrastruktur purwokerto terus berbenak kang, bisa dilihat geliat investor dengan masuknya Aston Imperium yang kelas Internasional, Berbintang, Megah dan Mewah mau menempatkan salah satu aset propertynya di kota kecil purwokerto, terus mundurnya Dinasty dan masuknya Horison sebagai pemain papan atas pula yang jadi penyeimbang Aston di kota kecil tersebut, terkait transportasi kemungkinan besar perairan memakai pelabuhan tanjung intan cilacap, udara memakai bandara tunggul wulung cilacap, untuk tata kota terus berbenah, dan terkait masalah lapangan pekerjaan mungkin masih jadi tanda tanya, karena rencana pusat perdagangan tetap menjadi milik jakarta dan purwokerto hanya sebagai pusat pemerintahannya saja.. tapi semua ini masih dalam tahap wacana kang..

      Balas

      • Purwokerto ga jadi ibukota negara gapapa toh sudah maju dengan sendirinya..
        Tapi kalau nanti jadi ibukota ya di syukuri saja biar rakyat di jateng ikut makmur.

        Balas

Silahkan Komentar Positifnya dibawah ini yaaa....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: