Inilah HIDUP-Ku #1


inilah hidupku #1

inilah hidupku #1

Dengan mengucap bismillah aku menulis tulisan ini sebagai tulisan perdana dibulan kedua tahun kabisat kali ini. tak terasa umurku sudah mendekati seperempat abad, waktu yang sangat lama untuk sebuah perubahan dan waktu yang sangat singkat untuk sebuah penyesalan, sesingkat adzan menunggu ditegakkannya shalat.

Seperempat abad sudah aku menjalani hidup ini, masih belum ada perubahan yang mendasar dan berarti untuk masa depanku. bukan karena aku pesimis sehingga aku mengatakannya begitu, karena sampai saat ini aku masih belum punya domisili yang tetap alias masih jadi anak rantau.

Aku menikmati masa-masa dirumah hanya 12 tahun.

5 tahun hanya dirumah dalam buaian ibu dan sembari mempelajari yang kebanyakan anak sepantaranku mempelajarinya, yakni bagaimana cara berjalan, bagaimana cara berbicara, bagaimana cara memenuhi keinginan kita dengan tangisan kita untuk memancing lingkungan kita agar memperhatikan diri kita ini (inilah masa keemasan yang harus diperhatikan oleh sepasang manusia yang bernama ORANG TUA karena masa-masa inilah basic mau jadi seperti apa anaknya kelak maka perlu ditanamkan karakter-karakter yang bisa menopangnya dalam menggapai impian sang anak).

1 tahun kemudian aku sudah mulai mengenal lingkunganku lewat sebuah kelas yang sering orang mengatakan TAMAN KANAK-KANAK (TK) yang dari sinilah kita mengetahui segala bentuk makhluk hidup dan cara membaca keagungan ciptaannya lewat sebuah nyanyian PELANGI-PELANGI.

6 tahun selanjutnya aku mengerti apa itu pertemanan, persekawanan, pergaulan yang semakin memupuk karakter yang sudah ada dalam diri kita lewat bantuan orang tua kita dulu. dimana dulu aku sering bermain dalam bingkai kekanak-kanakan yang umum terjadi pada orang lain juga yang tak berpunya, ia aku pernah ikut teman-temanku yang mencari rupiah demi rupiah lewat tembaga yang dikumpulkan, lewat besi-besi yang dikumpulkan, lewat plastik-plastik yang dikumpulkan untuk dibawa ketempat bapaknya temanku yang berprofesi sebagai pengepul rongsok, tak terasa waktu terus berjalan dan kini entah bagaimana kabar teman-temanku dikala SD dulu, ada yang hanya sekolah sampai SD, ada juga yang sampai SMP, terkadang ada yang sampai SMA, dan kebanyakan lulus SD mereka sudah merantau, bukan merantau seperti yang aku alami ini, mereka merantau untuk meneruskan impian mereka tentang apa itu membantu orang tua dan bagaimana membalasnya lewat sebuah langkah kongkrit yang sering orang bilang cari duit dikota besar, ia mereka ada yang diBANDUNG dan JAKARTA. anak sekecil itu??? ia benar anak sekecil itu kawan.

Itulah sepenggal perjalananku dari 1987 (tahun kelahiranku) sampai 1999 (tahun kelulusanku dari Sekolah Dasar Muhammadiyah Gandrungmangu Cilacap). nantikan penggalan kisahku selanjutnya yang hidup terus merantau sampai saat ini.🙂

Dia-lah Yang menjadikan bumi ini mudah bagi kamu. Maka berjalanlah di segala penjurunya & makanlah rezki-NYA, (yang tidak terbatas jumlahnya).

~  Q ur’an Al-Mulk: 15 ~

warungcantik1234

http://BaqiBerbagi.wordpress.com

http://facebook.com/SalamBerbagi

http://twitter.com/BaqiBerbagi

4 responses to this post.

  1. makasih

    @Hendrawan Rosyihan
    makasih bang endra, wah-wah njenengan lebih arif nih…. keep spirit juga buat antum.🙂

    Balas

  2. 🙂 Menarik sekali kisanya kawan, stiap kita sgt bragam akan kisah hidupnya, smoga dri kita msing trbiasakan akan ketekunan, hal yg sgt diperlukan dlm mmbentuk kebiasaan yg lebih baik pada khidupan yg mmg singkat ini.

    Keep on fire, guys!

    Balas

  3. jalan masi panjang ^^

    Balas

    • ia masih panjang sis… blm nulis kelanjutan ceritanya lagi…hehe… lagi males ngetik n nginget2 masa perjuangan dulu…*sampai saat ini pun masih berjuang hehe*🙂

      Balas

Silahkan Komentar Positifnya dibawah ini yaaa....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: