Pelayanan Prima dalam “Perpustakaan”


Sebagian orang beranggapan kalau ada kata perpustakaan, maka akan terbayang buku atau majalah. Namun dengan semakin canggihnya teknologi informasi anggapan tersebut seharusnya anggapan seperti itu kurang tepat, dengan tidak bermaksud menghilangkan fungsi awal dari perpustakaan, yaitu diantaranya menyediakan koleksi baik tercetak maupun non cetak, perpustakaan saat ini sudah banyak dilengkapi dengan teknologi modern. Audio visual, internet. dan berbagai perangkat teknologi informasi lainnya telah menghiasi ruang perpustakaan. Perpustakaan yang tidak mau merubah dirinya, maka akan ditinggalkan oleh pengunjungnya, karena dengan browsing di kamar tidur atau ditempat-tempat mengasyikan baik cafe, maupun mall, kita dapat menelusur berbagai informasi, baik dari perpustakaan maupun dari berbagai tempat lainnya Bekerja yang terus menerus di suatu tempat tentu suatu saat akan mendapatkan kejenuhan. Untuk mengatasi hal tersebut ada beberapa cara, diantaranya adalah dengan kreativitas dan inovasi.

Jangan hanya melulu rutinitas yang dikerjakan, tetapi coba dengan berbagai alternatif yang sekiranya memberikan suatu perubahan (inovasi), atau juga bentuk kreativitas. Inovasi di perpustakaan dapat dilakukan pada berbagai jenis layanan, misal untuk pelayanan: Perpustakaan saat ini harus sudah dilengkapi dengan seorang jasa bimbingan plus konsultasi, yang dapat merujuk kebutuhan pengunjung untuk menyelesaikan masalah-masalah dalam perkuliahan. Di perpustakaaan banyak dijumpai mahasiswa yang mengalami kesulitan ketika menghadapi tugas akhir, disinilah peran pustakawan harus dapat membantu menuntut dan memecahkan masalah yang dihadapi oleh pengunjung perpustakaan. Hal ini perlu diterapkan perpustakaan-perpustakaan sebagai bentuk palayanan prima agar para user terpuaskan, jadi tugas pustakawan pun membantu para pemustaka tentang bagaimana menulis sebuah karya tulis ilmiah dan cara mengolah data-data yang dibutuhkan Demikianlah salah satu bentuk inovasi di perpustakaan, tentunya masih banyak inovasi yang lainnya yang dapat digali di perpustakaan.

Salam Untuk Berbagi!

Ahmad Baihaqi

2 responses to this post.

  1. yupz, saat ini emg masa “keberlimpahan informasi”. makanya klo qt gak siap menyesuaikan diri maka yg terjadi adl menumpuknya informasi yg mengakibatkan diri kita “tong sampah informasi” tersebut. so qt pilah-pilah mana yg baik dan mana yg enggak untuk diri kita, lingkungan kita, dan generasi selanjutnya agar informasi yg dapat memberikan dampak yg positif.🙂

    Balas

  2. Salam, Qi utk kesekian kalinya perpustakaan sebelumnya pada abad permulaan yang diutamakan adalah jumlah koleksi, di abad pertengahan menjadi jumlah pengolahan koleksi, nah saat ini telah memasuki layanan utama dalam hal akses informasi, kita tunggu zaman berikutnya ^_^

    Balas

Silahkan Komentar Positifnya dibawah ini yaaa....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: