Kelahiran akan Sebuah “Masa Depan”


Perjalananku ke Akademi Kebidanan Perwira Husada Purwokerto yang beralamatkan di Jl Suparjo Rustam No 170 Sokaraja Banyumas hari senin tanggal 7 Maret 2011 mengingatkan saya akan suatu bentuk “Kelahiran dan Kehidupan“. Karena saya yakin setiap orang pasti memiliki kehidupan yang hal itu menjadikannya sesuatu yang unik pada diri seseorang tersebut. Menjadikannya karakter dan misi tersendiri dalam menjalani kehidupan ini yang tidak terwakilkan oleh apapun dan siapapun.

Ya hanya kita sendiri yang tahu apa tugas kita didunia ini. Kalaupun kita belum tahu apa tugas kita didunia ini atau apa misi dalam hidup kita yang sesungguhnya, maka Tuhan pun akan membantu kita menemukan misi hidup kita yang sesungguhnya. Bagaimana cara Tuhan membantu kita dalam menemukan apa yang menjadi misi utama kita dalam hidup ini? Tuhan akan menguji kita, menguji dengan berbagai masalah dan kejadian-kejadian diluar kemampuan kita. (kenapa harus kita? Kenapa tidak kamu saja atau saya saja? Ya karena kita semua akan mengalaminya, baik cepat atau lambat pasti kita akan diuji olehNya…karena hal inilah yang sedang saya alami saat ini..:-)).

Sebenarnya bukan diluar kemampuan kita, tapi setiap ujian yang perlu kita hadapi adalah sesuai kemampuan kita dalam menyelesaikan setiap masalah yang ada. Yapz..karena Tuhan takkan menguji hambaNya diluar kemampuannya. Jadi Tuhan telah mempercayakan tiap-tiap masalah untuk kita hadapi, dan hasil akhir yang Tuhan inginkan dari tiap masalah adalah bisa mendewasakan kita dan membuat kita semakin bersyukur pada kehidupan ini.

Dalam hal ini mungkin bisa saya gambarkan sedikit tentang kehidupan para bayi disuatu rumah persalinan dalam percakapan mereka (antar bayi yang belum bisa berbicara namun memiliki kontak batin antar sesama bayi lainnya..) mari kita renungi ilustrasi di bawah ini agar kita bisa lebih bersyukur dalam menjalani hidup dan menerima apa adanya diri kita..dan tentunya kita hidup dengan misi tersendiri yang harus kita selesaikan sebagai tugas kita didunia ini.

“Aku lahir dari buah hati kedua orang tuaku” kata seorang bayi yang baru dilahirkan di rumah sakit kepada sahabatnya.
“Kalian sungguh beruntung, sewaktu aku lahir, tanpa aku tahu siapa papaku” sahut yang lainnya..
“Wahhh papaku meninggalkan ibuku, setelah aku berada dalam rahim ibuku”
“Wahhh kalian tidak lihat tadi pagi di kamar operasi, bahkan belum sempat dilahirkan hidup ada calon bayi yang sudah meninggal dalam kandungan”
“Hai kawan. Coba lihat, kita masih beruntung bisa lahir dan hidup normal” Ada banyak teman kita yang tidak perlu susah berjuang untuk keluar dari rahim ibunya, cukup dioperasi cesar oleh dokter
“Kalian tidak tahu.kalau masih ada yang lebih seram, banyak ibu yang tidak mau merawat anak yang dikandungnya dan tidak mau anaknya lahir dalam keadaan hidup, bahkan orang tuanya tidak mengakui bayi yang dikandung anaknya hingga akhirnya mereka melakukan aborsi”
“Sungguh malang adik-adik kita yang berhak untuk hidup, sungguh keji mereka yang membunuh anaknya sendiri”
“Bagaimana kami bisa tidur kalau tiap hari diberi susu sapi. Mengapa pula ibuku tidak mau menyusuiku. Apakah karena menjaga keindahan tubuhnya, sehingga aku diberikan susu sapi. Aku mau ada ikatan antara anak dan ibu, bukan ikatan antara anak dengan sapi”
“Kalian tahu tidak? perkembangan susu sapi sekarang membuat kita jadi pandai, pintar dan cerdas.”
“Kita-kita yang baru dilahirkan ini, sungguh tidak jelas. Apakah orang tua kita akan menyayangi kita dengan sepenuh hati…”
“Kemana aku akan mencari bapak kandungku, kelak?”
“Mengapa air mata ibuku tidak berhenti mengalir setelah kelahiranku di dunia?”
“Mengapa banyak teman-teman kita yang tidak berhenti menangis?”
“Seandainya, aku dapat memilih. Mengapa aku dilahirkan dan akan hidup dikeluarga miskin?”
“Mengapa aku lahir cacat? sedangkan kalian tidak?”
“Wahhh luar biasa kalian punya keluarga yang hidup secara harmonis, sedangkan dalam kandungan aku telah mendengar, merasakan orang tuaku selalu ribut dan bertengkar. Bagaimana bila aku besar nanti?”
“Iri yah dengan kalian, yang sebentar lagi boleh keluar dari rumah bersalin ini. Sedang aku tidak jelas, berada dalam inkubator, karena orang tuaku penguna obat-obat terlarang.”
“Tubuhku lemas sekali. seakan tak berdaya, semua karena mamaku mengkonsumsi minuman keras dan merokok. Apakah aku masih memiliki kesempatan untuk hidup?”
“Pusiiiingggggggg … aku anak yang lahir karena perbuatan terlarang. Aku tidak mau mendengar kalian semua..aku anak haram hasil dari perselingkuhan. Aku malu dilahirkan di dunia ini”
“Jangan patah semangat, kita harus berjuang apapun yang telah terjadi, pasti ada makna yang mendalam untuk kita semua..”
“Ayooo kita kaum bayi, perjuangkan hakmu untuk disayangi dan menyanyangi orang tua kita semua.”
“Nasibku gimana? aku tidak bisa keluar dari rumah sakit, karena orang tuaku tidak ada biaya untuk menebusku…..”
“Apakah kau akan dijual ke gembel dan pengemis untuk menemani mereka mengemis?”
“Tidak……tidak…..tidak……. sungguh tidak adil”

Dari keributan di rumah persalinan, hanya ada satu bayi yang tetap tenang dan mendengarkan semua percakapan para bayi, tiba-tiba ia berkata

Hidup adalah perjuangan, maka bersyukurlah karena telah di lahirkan di dunia ini

Siapapun diri kita, ingatlah semua memiliki misi khusus dalam hidupnya.

Jangan sia-siakan dirimu dan berpikirlah yang positif, maka kebijaksanaan akan menerangi hidupmu

Salam Untuk Berbagi!

Ahmad Baihaqi

2 responses to this post.

  1. ok matur tengkyu mba tutut…

    Balas

  2. Posted by Tutut yulianti on 9 Maret 2011 at 10:22

    i like it…

    Balas

Silahkan Komentar Positifnya dibawah ini yaaa....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: