Arai dalam “Sang Pemimpi”



Karakter yang begitu kuat melekat pada Arai, laki-laki yang mampu membuat suasana dalam kondisi apapun jadi menarik. Dialah sang pemimpi sejati yang mampu mendorong sekelilingnya untuk turut menggapai mimpinya membantu orang lain, memotivasinya, dan selalu membuatnya berpengaruh dilingkungannya. Banyak kejadian yang menurut saya “tak terduga”. Karena dalam kepala anak seperti Arai itu biasanya hanya bisa bermain dan membuat orang tua khawatir karena kenakalannya. Tetapi tidak bagi Arai. Remaja yang mampu membuat keluarga miskin tetangganya bisa terbantu dan tidak lagi meminta “utang” beras ke ibunya Ikal, langkah yang diambil untuk penyelesaiannya sangat sederhana dan menyentuh sekali.


Arai dan Ikal sangat ingin bisa meneruskan kuliah ke jakarta lalu ke perancis sebagai tujuan akhir dari perwujudan mimpi mereka. Hal ini karena dukungan seorang guru sastanya sehingga mampu memompa mimpi mereka untuk diwujudkan bersama, namun ditengah perjalanan menggapai mimpi tersebut, sering kali Ikal dihinggapi keraguan dan perasaan pesimis yang merusak mimpinya itu. Awalnya ketika Arai, Ikal dan Jimron dihukum karena kenakalan mereka yang senang bermain-main saat upacara membuat mereka menjalani proses hukuman membersihkan kamar mandi yang sudah tak terurus di sekolahan mereka. Saat itu Ikal sangat marah akan kelakuan Jimron yang selalu membicarakan tentang kuda, juga Arai yang hanya membuatnya terbuai dalam mimpi-mimpi kosong. Tiba-tiba Ikal pergi meninggalkan sahabatnya juga dunia sekolahan. Ikal pun menghilang begitu saja dari kehidupan mereka. Saat itu yang ada dalam pikiran ikal adalah kemiskinan tetap kemiskinan. Mau seberapa capeknya bekerja dan sekolah, tetap saja membuat mereka tidak pernah lepas dari kemiskinan. Bahkan karena sikap pesimis Ikal tersebut digambarkan dengan melihat masa depan mereka yang menjadi pelayan di warung kopi, juga kuli angkat di pasar, serta dilihatnya mereka sedang mencari penumpang angkutan.

Tapi lagi-lagi Arailah yang menyadarka Ikal dari bayangan kegagalan yang memenuhi pikirannya itu. Arai selalu berkata, “tanpa mimpi orang-orang miskin seperti kita ini akan mati Kal, kita tidak akan pernah berjalan mendahului nasib Kal”. Maka di bukunya Bang Andrea menuliskan bahwa sikap pesimis adalah sikap takabbur. Karena dengan sikap pesimis kita sudah berjalan mendahului nasib. Sedangkan nasib harus kita perjuangkan agar kita selalu menjadi lebih baik lagi.

“Biar kau tahu kal, orang seperti kita tak punya apa-apa selain semangat dan mimpi-mimpi, dan kita akan bertempur habis-habisan demi mimpi-mimpi itu”.

”mungkin setelah tamat SMA kita hanya akan mendulang timah atau menjadi kuli, tapi disini kal, disekolah ini, kita tak akan pernah mendahului nasib kita!!”.

“kita akan menginjakan kaki di altar suci almamater sorbonne! apapun yang terjadi”.

“Kita akan sekolah ke Perancis, menjelajahi Eropa sampai ke Afrika! Apapun yang terjadi!”


Yang tidak kalah mengharukan yakni adegan bapaknya ikal “Ayah Juara Satu Seluruh Dunia” yang hanya memakai baju safari saat mengambil raport anaknya, baju kebanggan tanda pengharapan dan penghargaan orang tua terhadap anaknya. Tetapi apa yang terjadi? Ikal mendapatkan nilai buruk karena beberapa lama Ikal meninggalkan sekolahnya karena sikap pesimis itu. Bapaknya tak lagi duduk diurutan depan karena nilai Ikal jelek. Mengetahui bapaknya sangat kecewa karena kesalahannya, maka Ikal pun berlari mengejar bapaknya untuk meminta maaf.

Saat adegan inilah air mataku mengalir tak terbendung. Saya tak mampu berkata-kata dan hanya terhanyut dalam alur kisahnya. Pokoknya SALUTE buat Sang Pemimpi…bagi yang belum nonton, mending langsung nonton aja sendiri. Pasti bisa merasakan apa yang saya rasakan.🙂 saya ingin menjadi Arai yang mampu membuat mimpi dan tidak takut bermimpi serta membawa orang-orang disekelilingnya menjadi malaikat untuk membantu menggapai apa yang diinginkannya.

Itulah sekilas Sang Pemimpi dari sudut pandangku yang tak pernah memiliki nilai apa-apa bagi diri sendiri juga kalian. tapi akulah orang yang bertekad mewujudkan mimii-mimpi seperti yang dilakukan Arai dalam Sang Pemimpi.


Salam Untuk Berbagi!

Ahmad Baihaqi

7 responses to this post.

  1. Assalamu’alaikum Baqi.
    Kunjungan balasan dari saya🙂

    Tetralogi Laskar Pelangi adalah empat novel favorit saya sepanjang masa. Dan salah satu kalimat dari Arai yang paling “nempel” di kepala saya adalah:
    “Bermimpilah dan Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu.”

    Balas

    • Wa’alaikumsalam.. wah jadi tersanjung neh dapet kunjungan dari teteh..🙂
      kalau saya malah seneng nonton film nya teh, kerasa bngt semangat yang di usung dalam film ini & pesan moral yang disampaikan pun sangat mengena, penuh kesederhanaan dan persekawanan dalam menggapai mimpi.

      Balas

  2. […] pkl 23:55 “rampung jln2 jm stgh 1 waktu bali. lokasi monumen bom bali yg dihadapannya msh berjejer diskotik2 berjubel turis2 manca dgn aroma khas minuman keras. ” bener2 sangat khas, tiap kali jalan sll tercium aromatik yg membuat mereka jadi lupa diri. Bau yg sangat menyengat membuat mereka berjalan sempoyongan dan tak tegap lagi. (sangat2 menyedihkan kalo nantinya budaya local tergerus dengan aksi para bule2 itu yg sll membawa apa yg jadi kepribadian buruk mereka kesini…so kudu pertebal iman ya sobat… ). baca kelanjutan ceritanya status FB story in bali #part 3. […]

    Balas

  3. […] pkl 18:53 “ngelanjut perjalanan ke(m)bali. semoga lancar & bsk bs tiba dibali. Amien.” Kita pun harus bisa memprediksikan kapan target kita bakal tercapai, kalo kita tak berani menargetkan impian kita, maka kapasitas yg kita miliki pun tak akan bertambah. Ibarat air, diri kita mau jadi gelas, ember apa kolamnya? Karena semakin diisi dengan hikmah dan take action maka kapasitas kita akan terus membesar menjadi sebuah lautan yg sangat luas. baca kelanjutan ceritanya status FB story in bali #part 2. […]

    Balas

  4. […] Alloh emang maha tahu dan maha mengerti, so jangan takut bermimpi, seperti mimpi2nya arai dalam sang pemimpi.. yang terus mengejar impiannya. dan ini adalah pembuktian bahwa dunia emang bener2 diciptakan buat […]

    Balas

  5. insyAlloh sob…All is Well….:-)

    Balas

  6. tetap semangat ki inyong yakin sira bisa ok lanjutkanmari kita bertemu 10 tahun lagi he

    Balas

Silahkan Komentar Positifnya dibawah ini yaaa....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: