Secangkir Coklat Panas yang menemaniku.


Ternyata saya mulai merindukan warung kopi yang dulu pernah membawaku dalam angan-angan kosong saat saya masih menjalani proses yang kata orang disebut “kuliah”, tapi tak pernah saya menemukan apa memang benar kehidupanku yang dulu itu pantas disebut “kuliah”?. Padahal bisanya Cuma ngabisin duit ortu doank di warung kopi..hehehe…:-) Ah, biarlah kenangan itu kunikmatinya dimalam ini saja, walau dalam kesendirian dalam warung kopi Black Stone yang hanya Secangkir Coklat saja yang setia menemaniku malam ini.

Ngomongin masalah coklat neh, ternyata bukan hanya Coklat biasa, tetapi ada makna tersendiri kalau kita mau dan mampu berfikir. Kalau gak percaya! Mari kita tengok sekelumit kisah tentang coklat yang saya maksud.

Suatu hari sekumpulan orang yang sedang asyik ngobrol ngalor ngidul yang sedang bernostalgia tentang kehidupan dikampus tercinta telah mampu mengingatkan mereka akan seorang profesor yang dulu pernah mengajar mereka dan kini telah pensiun. Mereka pun akhirnya memutuskan untuk mengunjungi sang profesor. Tetapi setelah mereka bertandang rumah sang profesor, pembicaraan mereka mulai berujung pada keluhan dan setres yang mereka hadapi dalam kehidupan ini dan pekerjaan mereka. Sang profesor mengajikan coklat panas dan mengambil beberapa gelas yang terbuat dari berbagai macam bentuk dan bahan, ada yang mahal dan mewah, cantik, juga beberapa gelas biasa serta cangkir-cangkir biasa. Dan sang professor mempersilahkan para mantan muridnya untuk mengambil gelas dan cangkir sesuka hatinya.

Ketika semua orang telah mengambil gelas dan cangkir yang disukainya, berkatalah sang professor. “Lihatlah, semua gelas dan cangkir telah diambil yang bagus-bagus dan mahal, dan hanya meninggalkan gelas dan cangkir yang biasa-biasa saja yang harganya murah.

Yang kalian ambil adalah yang terbaik buat diri kalian, itu adalah hal yang normal. Dan itulah sumber dari permasalahan yang kalian hadapi saat ini. Karena gelas dan cangkir yang kalian ambil tidak akan pernah menambah kualitas dari coklat panas yang akan kalian nikmati ini.

Yang kalian inginkan sebenarnya adalah coklat panas ini, bukan gelas dan cangkirnya. Tanpa kalian sadari kalian membanding-bandingkan gelas dan cangkir tersebut, menginginkannya dan baru mengambilnya.

Professor berhenti sejenak, lalu berkata “Sekarang pikirkan, Kehidupan adalah coklat panas. Pekerjaan, uang, dan kedudukan dimata masyarakat adalah gelas dan cangkirnya. Itu hanyalah alat untuk memegang dan memuaskan kehidupan. Gelas dan cangkir yang kalian miliki tak akan menggambarkan atau juga mengubah kualitas kehidupan yang kalian miliki. Terkadang, dengan memusatkan perhatian kita pada cangkirnya, kita gagal untuk menikmati coklat panas yang telah Tuhan sediakan bagi kita. Tuhan telah membuat coklat panasny, tapi manusia memilih gelas dan cangkirnya.

Hiduplah dengan sederhana. Mengasihilah dengan murah hati. Perhatikan sesama dengan sungguh-sungguh. Bicaralah dengan ramah. Dan nikmatilah coklat panas kalian.
Salam Untuk Berbagi!

Ahmad Baihaqi

4 responses to this post.

  1. muslymah :

    mantab gan,.,.,. hahahahahaha

    ngiiiikkkk…ini muslimah yang kukenal apa yach???hemmmmm….selamat berkunjung aja cemus….ajak yg lain dunk…pasti tak kasih sambutan ko…hehheeheee
    thx bgt de….

    Ahmad Baihaqi

    Balas

  2. mantab gan,.,.,. hahahahahaha

    Balas

  3. sumonggoh gan….

    Balas

  4. Pertamax….

    mampir juga gan!

    Balas

Silahkan Komentar Positifnya dibawah ini yaaa....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: