Mencoba memaknai “Bangun dan Tidur” kita.


Lama juga saya tidak pernah menulis, dan sekarang saya juga jarang banget menulis, termasuk menulis sms.🙂 maka ini adalah tulisan pertama di tahun 2011 ini yang berhasil saya publis…;-)

Malam ini saya terjaga dari tidurku yg sebentar di warung kopi “Black Stone” yang dulunya warung kopi “DeeDong” bertempat di Papringan belakang KFC Jl Adisucipto ke utara.
Badan terasa lemah, letih, lesu dan mencoba mengumpulkan nyawa sedapat mungkin yang saya bisa dan mencoba memaknai tidur sebentarku ini.

Ngomongin masalah bangun alias tidak bisa tidur bisa dikatakan karena terjangkit penyakit insomnia. dan tentu kita memiliki obat untuk menyembuhkan penyakit ini, yakni dengan kita meminum obat tidur agar kita bisa tertidur. hal ini akan lain pembahasannya ketika kita tidur terus dan tak bangun-bangun, maka kita tak akan pernah menemukan obatnya dari penyakit ini. karena tak ada obat bangun dalam kehidupan ini, satu-satunya jalan ya dengan menguburkan orang yang tertidur panjang itu yang tak bangun-bangun. tapi dua hal ini bukan menjadi sentral pembahasan saya kali ini.

Ada pepatah arab mengatakan “Hiduplah secara Terhormat, atau Matilah sebagai Pahlawan” dan berhati-hatilah karena yang mati bukan hanya yang terkubur, tetapi mereka yang berjalan dengan semangat yang terkubur. Baiklah kita lanjutkan, Bangun dan tidur adalah kehidupan kita, kehidupan semua orang. Tetapi apa yang terjadi ketika kita bangun dan untuk apa kita tidur.

Ketika kita bangun, maka hidup kita akan terjaga dan dibawah panji alam sadar kita yang dituntun oleh akan kita dalam menjalani hidup kita dengan kesadaran penuh maka lakukanlah dengan sebaik-baiknya apa yang dapat kita lakukan karena ada pepatah mengatakan “jika suatu pekerjaan pantas dilakukan, maka lakukanlah dengan sebaik-baiknya”. Jangan sia-siakan hidup kita dengan perbuatan yang tidak produktif, menggunjing atau ngegosip misalnya, atau sekedar hura-hura, senang-senang, foya-foya menuruti hawa nafsu. Pekerjaan yang bermanfaat walau kecil dan dilakukan secara terus-menerus akan mendatangkan efek yang baik dan dampak yang besar bagi kehidupan kita.

Setelah kita seharian beraktivitas/bekerja, maka badan kita akan terasa lelah, mata mengantuk, dan tubuh pun terasa ingin istirahat. Setelah kita bangun seharian, maka yang kita butuhkan adalah tidur. Dan tidur pun memiliki makna yang berbeda bagi orang yang berbeda. Tidurnya orang sukses adalah tidur untuk istirahat dan untuk menyehatkan badan kita. Dan tidurnya orang malas adalah tidur tanpa pandang bulu yang hanya menuruti hawa nafsu saja.

Namun bicara masalah tidur, jangan dibahas bagi yang tidurnya suka ngigau atau juga mendengkur. Kita bicarakan saja hal yang istimewa sebelum kita tidur. Kita semua, pada malam hari menjelang tidur, mengosongkan saku baju atau celana kita dan memasukkan isinya ke dalam laci meja atau lemari.

Proses sederhana ini mengilhami kita untuk mengosongkan pikiran kita sebelum kita tidur. Mengambil pikiran-pikiran buruk kita dan membuangnya kedalam tong sampah karena tidak kita perlukan lagi untuk keesokan harinya. Setelah kita seharian memunguti kekecewaan-kekecewaan, kekhawatiran-kekhawatiran, ketakutan-ketakutan kecil kita, kebencian, kemarahan, kekesalan dan ketidakpuasan yang harus kita kosongkan dari benak kita. Jika kita tidak membuangnya maka semua barang ini akan masuk kealam bawah sadar kita dan menjadikan kita tidak maju dan membentuk mental negative dalam diri kita dan menghambat kemajuan (menjadi mental block).

Proses pembersihan harian kita ini sangat baik buat memori kita dalam menciptakan dan mencetuskan pikiran-pikiran positif yang brilian hingga 10%. Jika proses pembersihan harian kita biarkan saja maka semua sampah-sampah dalam otak kita akan meracuni kita dan menjadikan terjadinya ketegangan dan setres dalam hidup kita karena tumpukan-tumpukan sampah tersebut memenuhi benak kita dan tiada akhir sehingga menjadikan benak pikiran kita tak ubahnya hanya sebatas tong sampah.

Bagaimana kita mampu berfikir cemerlang kalau pikiran kita selalu diisi oleh sampah-sampah (pikiran negatif) yang tiada berguna?. Bersihkan diri kita dari sampah-sampah tersebut dan masukkan mesin pemrogram sukses didalamnya. Jadi tidur kita tidak hanya menyehatkan tubuh kita, namun juga menyehatkan mental kita. Besoknya usahakan bangun lebih awal dan tidur lebih malam. Manusia akan mengalami tidur yang sangat panjang sekali dan terbangun dengan keadaan terkejut karena dalam alam yang berbeda, itulah kematian. Jika rata-rata manusia tidur dalam sehari selama 8 jam, dan orang itu berumur 60 tahun, maka waktu tidurnya adalah 175.200 jam = 7.300 hari = 20 tahun. Sungguh waktu yang sangat lama untuk hanya sekedar memejamkan mata tanpa melakukan apa-apa, walau itu sebuah fitrah sebagai manusia.

Oleh karena itu, “sekarang”, selagi kita masih diberi kesempatan untuk bangun dan terjaga, manfaatkanlah masa bangun kita dengan sebaik-baiknya untuk meraih sukses apapun yang kita inginkan dan memberikan yang terbaik untuk kehidupan. Isilah masa bangun/terjaga kita dengan aktifitas, amal dan prestasi terbaik, sebelum datang masa “tidur panjang” kita …!

Lautilard berkata, “Dalam pidato yang terpenting bukan panjangnya, tetapi isinya. Begitu juga dengan kehidupan.

Yang penting bukan berapa lama, melainkan berapa amal Anda selama hidup. ~ (Cicero).
Sebagai penutup, marilah kita ingat selalu firman Tuhan dalam kitab suciNya, “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh, dan nasehat menasehati supaya menaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.
Salam Untuk Berbagi!

Ahmad Baihaqi;

2 responses to this post.

  1. thx gan…

    Balas

Silahkan Komentar Positifnya dibawah ini yaaa....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: